SLATE VCC, kayak punya 5 Mixing Console kelas dunia..

12/30/2014 0 Comments

Setelah sekian tahun menunggu, 'Ada gak ya software yang cara kerja nya secara telinga rasanya Analog banget?' Akhirnya terjawab oleh hadirnya software bikinan Steven Slate yakni "Virtual Console Collection", yg fungsinya adalah "meniru" cara kerja Mixer2 kelas dunia.


Sebenernya Waves sendiri sudah pernah mengeluarkan seri "NLS", yang juga meniru cara kerja Mixer Analog, tp entah kenapa di telinga rasanya masih saja ada yg kurang "pas" sehingga saya memutuskan untuk berburu software lain.


Nah, Slate VCC ini memberikan 5 macam Mixer termasuk channel nya yg bisa kita pakai, yaitu

1. SSL mixer

2. American style

3. Neve

4. Trident

5. RC ( tahun 60 )


Cara kerjanya cukup gampang. Sebelum kita mixing, maka kita melakukan urutan Insert seperti berikut:

1. Insert "Mixbuss" dari Slate di Master Output, tentukan Mixer yang mau dipakai - misalnya "Neve".


2. Sebelum menggunakan plugin lain, Insert di tiap track "Channel" dari Slate, pilih "Neve" agar antara Mixbuss dan Channel seolah bekerja di satu tipe Mixer yaitu "Neve".


3. Atur input agar mendekati angka "0" di plugin tersebut sehingga pewarnaan suara bisa maksimal, termasuk mengatur "Drive" yang juga memberikan rasa tersendiri di tiap track yang ada.


Apa sih bedanya klo Mixing tanpa plugin ini? Yang jelas, ketika kita pilih tipe "Neve", maka secara otomatis freq low dan punch nya akan diolah seperti Console Neve yang beneran, tanpa perlu kita repot menebalkan dan memberikan punch di track yang kita mixing. Begitu di bypass, maka akan terasa banget kalo gak ada "body" di hasil mixing kita.


Posisi Panning pun sangat terasa beda sekali. Dulu sewaktu saya Mixer analog, posisi Left-Center-Right bisa terasa sangat natural, benar2 ada 3 pilar di speaker monitor. Tapi entah kenapa ketika di digital semua jadi terasa "aneh" dan malah terlalu presisi.


Bahkan ketika kita rubah ke model SSL, maka akan berubah juga Warna, Posisi dan karakter dari hasil mixing kita. Untuk posisi Center terasa banget kalo "ditarik" ke luar, sehingga menjadi lebih "solid", posisi suara lebih mengikuti bentuk speaker sehingga terasa banget gambar batas suaranya.


So guys, buat yang telinganya sudah peka dan butuh banget "Rasa Analog" plus "posisi suara" dari Mixer2 Analog kelas dunia, langsung aja berburu plugin ini dan bersiaplah untuk mendapatkan hasil Mixing yang benar2 beda dan terasa lebih 3 Dimensi dibandingkan tanpa plugin ini.


SELAMAT BER VCC RIA DENGAN "SLATE VCC PLUGIN" !








0 komentar:

Kaget Nonton Tivi Indonesia

12/30/2014 0 Comments

Lagi asik nonton acara di televisi nasional milik swasta, tiba-tiba kaget karena iklan televisi yang volumenya kenceng dan buru-buru mencari remote Tv buat ngecilin volumenya, udah selesai iklan kemudian mulai lagi filmnya tapi ada yang aneh , suaranya pelan sekali.

Pernah mengalami hal serupa? Pasti ada yang bertanya kenapa ya?. Hal ini terjadi karena masih belum diterapkannya standarisasi volume audio agar setiap file audio memiliki kesamaan. Banyak faktor yang menyebabkan ini terjadi, kurangnya pendidikan formal dalam bidang audio, seni dalam mempelajari tata suara masih kurang populer dibandingkan seni rupa, kebanyakan dari kita mempelajari tata suara secara otodidak.

Sering datang ke acara pernikahan atau acara yang memakai jasa sound system, pernah bertemu dengan Sound Engineer yang profesional? Mungkin ada tapi tidak banyak, dan mereka yang tidak profesional ini disebut operator atau soundman (Sungguh nama yang tidak keren). Maka lembaga seperti DMU berusaha menciptakan pakar audio yang berkualitas dan profesional sehingga profesi ini memiliki standarisasi yang jelas layaknya profesi dokter. Mungkin kalau dalam dunia kedokteran mereka disebut dukun atau mantri, karena mereka menyembuhkan orang tanpa gelar kedokteran atau mengenyam pendidikan formal.


Jam terbang yang membuat mereka menjadi terbiasa dan ahli dalam bidangnya secara praktisi tapi kurang dalam segi teori, maka saat dihadapkan dengan beberapa masalah kebanyakan dari mereka tidak bisa memecahkan atau bahkan tidak menyadari kerusakan, kesalahan atau dampak dari kesalahannya. Maka jangan kaget di tahun 2015 saat pasar bebas Asia akan banyak pekerja di bidang audio yang lebih profesional baik secara praktek di lapangan atau teori, dan menggantikan mereka yang tidak profesional atau hanya belajar berdasarkan pengalaman dan jam terbang tapi secara teori tidak tahu apa-apa. Maka sebelum itu terjadi segera belajar di DMU ada kelas 1 tahun dan Short Class untuk menjadi pakar dalam dunia Audio.

0 komentar:

Rokok Para Audio Engineer

12/28/2014 0 Comments

Suara gitar meraung-raung dari dalam studio rekaman DMU, sejenak break istirahat dan dapat dipastikan selalu ada rokok yang disedot selama sesi istirahat itu.  Perlahan Musisi dan para Engineer keluar dari studio rekaman, setiap orang mempunyai selera tersendiri dalam menyedot rokok, ada yang suka E-mild karena lebih muda, ada yang Malioboro berjiwa koboi dan elit, Dji Roe Loe suka kretek dan lebih berat, ada juga yang merek apa aja asal ngebul dan minta punya teman.

Ada mitos bahwa rokok itu menenangkan, sehingga membuat otak rileks dan bisa memunculkan ide-ide yang cemerlang, jadi tidak sedikit musisi yang dalam sesi rekaman disaat kebuntuan dan kesumpekan melanda mereka memilih untuk menyedot rokok. Kebanyakan dari mereka menyedot rokok itu diluar studio, karena studio rekaman kebanyakan memiliki ruang kedap dan ber AC. Mungkin suatu saat ada studio yang memperbolehkan musisinya untuk merokok dalam studio saat sesi rekaman, jadi ide mengalir langsung direkam, kalo diluar studio saat menyedot rokok ide cemerlang keluar tetapi begitu masuk kembali kedalam studio lenyap begitu saja.


Kebayangkan gimana studio yang dipenuhi asap rokok? Rock n Rol gilaaakkk.... solusi satu-satunya studio tersebut memiliki ventilasi udara yang bagus tetapi tidak membuat suara keluar dari ruangan, maka diperlukan tata ruang yang bagus. Dan yang menjadi pertanyaan adalah sebenarnya mitos tentang rokok dan karya yang cemerlang bener gak sih? Seberapa penting sih rokok dalam menunjang bermusikmu? Berapa banyak yang kamu butuhkan dan merek apa sih favoritmu (kalo yang ini mohon disamarkan sekreatif mungkin).

0 komentar:

Soundcheck Untuk Musisi

12/11/2014 0 Comments



Soundcheck merupakan hal terpenting dalam sebuah pertunjukkan, tetapi terkadang kita meremehkan hal yang satu ini, padahal sebuah band yang berpengalaman atau tidak terlihat dari bagaimana dia melakukan Soundcheck.

Terkadang Soundcheck bagi kita hanya sebatas menghidupkan alat, memainkannya dan suaranya keluar maka kebanyakan dari kita menganggap itu adalah soundcheck, terutama ini terjadi di tingkat Panggung lokal atau Indie, sedangkan jika kita ingin sebuah profesionalitas maka hal tersebut harus tetap dilakukan walaupun level pertunjukkannya lokal.

DMU selaku sekolah audio dan kerap kali menangani audio untuk pertunjukkan musik sangat paham sekali melihat bagaimana band yang profesional atau tidak, berpengalaman atau tidak, cukup dengan melihat saat mereka melakukan soundcheck, dan tentunya bekerja sama dengan musisi yang sudah berpengalaman sangat membantu sekali untuk menghasilkan sound yang nyaman dan bagus, sedangkan dengan musisi tidak berpengalaman eeehhh....(sangat mengganggu dan terkadang susah diajak kerja sama, terkadang juga mereka sok tahu).

berikut sebuah tips dan bagaimana seharusnya soundcheck itu berlangsung, agar kami para Audioengineers dapat bekerja sama dengan baik dan mendapatkan hasil yang maksimal.

Sebelum Pertunjukkan
untuk band yang sudah profesional biasanya mereka mengirimkan denah stage plot, technical rider, channel instrument, dan list alat-alat yang digunakan, bagaimana tatanan audio dan visual seperti lightning dan sebagainya, monitor volume yang harus dikeluarkan, bahkan terkadang untuk sebuah pertunjukkan besar akan ada briefing sebuah video footage yang mengilustrasikan bagaimana tatanan visual lightning seharusnya.

dan musisi profesional mereka menyediakan alat mereka dibelakang panggung, seperti alat instrument, kabel, adaptor, DI Box, Ampli, Stand, Mic, Baterai, dll. walaupun terkadang alat-alat yang dibutuhkan sudah disediakan oleh panitia, tapi selalu sedia untuk backup jika sesuatu hal buruk terjadi. Dan jangan lupa untuk menandai alat-alat yang kita bawa agar mudah menemukannya saat acara selesai.

Ketika Sudah Di Area
untuk pertunjukkan besar yang mempunyai bintang tamu lebih dari satu biasanya Soundcheck dilakukan berdasarkan Rundown paling akhir atau headliner terlebih dahulu baru setelah itu band pembuka melakukan soundcheck.

dan sound enginer yang bertugas akan mengarahkan sang artis untuk memastikan instrumen masing-masing, dan instrumen yang lainnya diharuskan diam terlebih dahulu, dan saat ini instrumen yang di isntruksikan akan melakukan cek volume, effect, monitor yang di inginkan, dan biasanya urutan untuk cek instrumen adalah : DRUM, BASS, GUITAR, KEYBOARD atau ELECTRONIC SAMPLE, VOCAL, BACKING VOCAL.

saat semua instrumen sudah dicek maka saatnya engineer meminta sebuah band tersebut untuk memainkan sebuah lagu yang mewakili sound band tersebut agar engineers dapat menyatukan semua instument agar mendapatkan sound yang tertata dan bagus.

Selesai Soundcheck
setelah selesai melakukan soundcheck, maka saatnya membereskan alat-alat dan menandai agar nanti mudah menyettingnya saat pertunjukkan berlangsung, jika band kamu adalah headliner tentunya sangat mudah, karena biasanya panitia menyediakan channel dan instrumen yang berbeda dan khusus digunakan untuk bintang tamu, tapi jika band kamu adalah pembuka atau kamu dalam sebuah parade band maka tandai alat-alatmu jangan sampai tertukar dan merubah settingan.

0 komentar:

Salam blogger...

12/07/2014 0 Comments


DMU sengaja membuat blog ini, dengan maksud memberikan pengetahuan untuk kawan-kawan yang ingin tau, sekedar tau, atau ingin serius untuk mendalami bidang musik, audio dan recording.

Beberapa artikel akan pernah dibaca oleh beberapa kawan karena pernah dimuat di blogger mas cahya, itu untuk mengingatkan kembali :) . Para penulis di blooger ini adalah instruktur-instruktur di DMU. Materi tulisan, bisa diambil dari beberapa sumber, materi DMU dan hasil pengalaman dari instruktur DMU yang notabene adalah seorang Audioengineer dan Arranger. 

Konstribusi kawan-kawan dapat ditulis dalam kolom komentar...kami akan menyeleksi komentar-komentar yang memang pantas..sehingga maksud dan tujuan dari edukasi ini tidak menjadi bias. 

Blogger ini bukan satu-satunya tempat belajar bagi kawan-kawan yang ingin mendalami bidang musik, audio dan recording.. tapi hanya blogger ini yang bisa memberikan jawaban atas pertanyaan kawan-kawan selama ini.. :)

Selamat membaca, memahami dan mengamalkan...praktek-praktek-praktek..


Admin


0 komentar: